Postingan

Goes to 3428 MDPL

Gambar
Sore itu terasa cukup melelahkan, bagaimana tidak kami baru menyelesaikan praktikum perkuliahan pukul 16.30 sedangkan saat itu juga kami mesti berangkat untuk melancarkan tujuan kami kali ini, ya Mendaki Gunung Slamet. Sebenarnya rencana ini sudah dibuat jauh-jauh hari dan memilih waktu saat longweekend, namun karena kekurang telitian kami dalam melihat tanggal merah berakibat dengan berkurangnya waktu pelaksaan kegiatan, tapi tak apalah itu tidak menyurutkan semangat kami untuk mendaki gunung slamet. Setelah semua anggota sudah berkumpul dengan perkuliahannya masing-masing, pukul 17.00 kami berangkat dari sekret tempat kami menghabiskan waktu bersama. Dalam perjalanan menuju terminal, kami habiskan waktu untuk bercerita, sambil berkomunikasi dengan kawan kita yang menunggu di jalan dan di terminal untuk mengikuti kegiatan ini. Perjalanan ini ditemani oleh hujan lebat yang mengguyur angkot yang kami tumpangi, ya maklum kota hujan   memang selalu seperti ini. Jam suda...

Menyusuri Puncak Salak 1-3-impressa-5-4.

Gambar
Malam itu gw menyempatkan diri untuk pulang, karena esok hari lumayan ada libur 1 hari. Kutancap gas vespa ini menjajal dinginnya malam. Malam itu jalanan cukup padat, gw baru sadar kalau gw pulang saat orang-orang sedang malam minggu-an, hmmm... waktu yg salah untuk pulang ternyata, beruntung vespa ini bisa terlepas dari padatnya jalanan malam ini. Sampai lah gw di tempat terindah untuk kembali, ya.. rumah. Naluri seorang manusia saat lapar adalah mencari makanan, langsung saja gw makan sembari menyalakan laptop kesayangan gw, malam itu yang belum terlelap hanya gw dan adik gw yg laki-laki. Tiba-tiba adik gw ini nyeletuk “ Nanjak Salak yuk?” kebetulan adik gw ini sudah menyelesaikan ujiannya sehingga dia sedang nganggur-ngaggurnya(libur). Tanpa pikir panjang gw pun menyanggupi walaupun sebenarnya Cuma libur 1 hari doang. Kita sepakat untuk berangkat jam 1 malam. Langsung saja gw masak dan mempersiapkan apa yg harus dibawa malam itu. Pukul 01.30 gw baru berangkat dari rum...

Pangrango dan Geger Bentang

Gambar
Puncak Pangrango Malam itu gw dan rian terus melaju di dinginnya jalanan puncak disertai rintik hujan yang terus membasahi jaket yang gw kenakan, namun rasa dingin ini terus merasuki tubuh ini (maklum jaket yang gw pakai tidak waterproof, jadi ya you know lah yaa..). perjalanan berhenti di warung pecel untuk mengisi perut ini yang belum terisi sejak siang (gw sengaja gak makan untuk mengimbangi rian yang sedang menuntaskan nazarnya untuk berpuasa wkwkwk). Cukup lama kami singgah di warung itu, sekalian menunggu hujan sedikit membaik dan selagi masih bisa menikmati teh hangat yang disuguhkan si amang. Rupanya benar terjadi jika manusia jaman sekarang itu tidak bisa hidup tanpa internet, terlebih kuota kita berdua HABISSS..., ya insting kita berdua setelah mengisi perut adalah mencari counter untuk mengisi kembali paket internet yang telah hilang wkwkwk. Setelah hasrat untuk mencari kuota terpenuhi, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju basecamp cibodas. Vespaku terus...